Percepat Penyediaan Data Potensi dan Kompetensi ASN dengan Metode CACT

Penilaian potensi dan kompetensi ASN dilakukan dengan metode CACT, untuk mempercepat penyediaan data potensi dan kompetensi agar setiap instansi pemerintah dapat segera mengimplementasikan manajemen talenta termasuk sistem meritnya. Metode CACT dirancang dengan beberapa karakteristik, di antaranya, yaitu berbasis digital, diselenggarakan secara massal, pengelolaan data berbasis aplikasi; dan terintegrasi dengan Sistem Informasi ASN atau SIASN.

Tahun ini, BKN menargetkan 60 ribu ASN mengikuti penilaian potensi dan kompetensi. Maka dari itu, BKN pun memfasilitasi pelaksanaan penilaian potensi dan kompetensi ASN menggunakan metode CASN, salah satunya di lingkungan Kementerian Sosial. 

“Alhamdulillah BKN jemput bola terhadap permasalahan yang kami hadapi. Pada 2022, diberikan kuota atau difasilitasi 1.019 pegawai (31,71%) untuk melakukan penilaian kompetensi (CACT). Lalu pada 2023, kami difasilitasi 1.976 orang (61,48%), sehingga saat ini kami menyampaikan sudah 95,95% yang telah dilakukan asesmen,” ujar Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico. 

Lebih lanjut Rico menjelaskan, manfaat dari hasil CACT di kementeriannya secara garis besar, untuk mendapat gambaran umum level kompetensi pegawai yang punya kompetensi tertentu. Untuk bidang SDM, CACT juga dapat menjadi database akurat sebagai gambaran gap kompetensi pegawai di kemudian hari. 

“Artinya, hasil tersebut dapat digunakan di kemudian hari untuk penempatan pegawai secara baik dan benar,” kata Rico. 

Untuk informasi, hasil penilaian kompetensi CACT-BKN ini dapat menjadi acuan dari kementerian/lembaga/pemerintah daerah, untuk promosi dan mutasi, perencanaan karier, dan pengembangan kompetensi para pegawai. 

 

(*)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Lunes 28 viral video link full

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *