Jokowi Minta Guru Tak Tutupi Kasus Bullying Siswa Demi Nama Baik Sekolah

Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menjelaskan, bila dugaan perundungan dan kekerasan sesama siswa di SMA Binus Internasional BSD, Kota Tangsel terjadi sebanyak dua kali.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alvino Cahyadi menuturkan, kejadian perundungan terjadi pada tanggal 2 Februari dan 13 Februari 2024, di Warung Ibu Gaul (WIG) yang berada di belakang sekolah.

“Awal mula kejadian pada tanggal 2 Februari 2024, diduga telah terjadi kekerasan terhadap anak di bawah umur yang dialami Anak Korban (17), yang diduga dilakukan oleh 12 orang di TKP, antara Anak Korban dan pelaku adalah siswa dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta di wilayah Kota Tangerang Selatan,” ungkap Alvino.

Saat itu, para pelaku secara bergantian melakukan kekerasan terhadap Anak Korban dengan dalih tradisi tidak tertulis sebagai tahapan untuk bergabung dalam kelompok atau komunitas yang diketahui bernama Geng Tai. Mereka menganiaya dengan cara menjambak rambut, memberikan arahan atau intsruksi untuk melepaskan celana, mencubit bagian dada, memukul perut dengan posisi jari tangan yang dikepal.

Lalu, memukul kepala dengan posisi jari tangan yang dikepal, menarik kerah baju, mengelitik perut, memukul perut, menendang kaki, memukul wajah.

Tidak sampai di sana, perundungan juga berlanjut pada 13 Februari 2024. Awalnya, pada tanggal 12 Februari, Anak Korban mengadu atau bercerita kepada kakaknya atas perundungan dan kekerasan yang dialaminya.

“Kemudian pelaku yang berjumlah 6 orang nengetahui bila Anak Korban mengadu atau menceritakan apa yang dialaminya ke orang lain. Karena tidak terima, mereka kembali melakukan tindakan kekerasan kepada Anak Korban, dengan cara menyundut korek yang sudah dipanaskan ke lengan kiri korban, memiting leher korban, memukul perut korban, dan mendorong badan korban,”ujar Kasat Reskrim.

Baca Juga  VIDEO: Mahfud MD Soroti Akses Keadilan Hukum

Akibat kekerasan tersebut dan berdasarkan hasil visum, terdapat sejumlah luka yang dialami Anak Korban. Seperti memar di leher, luka lecet di leher, luka bekas sundutan rokok pada leher bagian belakang, dan luka bakar pada lengan tangan kiri.

Hingga akhirnya, keluarga Anak Korban melaporkan dugaan kasus perundungan dan kekerasan tersebut ke Polres Tangerang Selatan.

Dari hasil pemeriksaan, serta penyelidikan dinaikan menjadi penyidikan, polisi pun menetapkan 4 orang tersangka dan 8 anak yang berkonflik dengan hukum (ABH). Dengan ancaman hukuman kurungan penjara hingga 7 tahun.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *