HEADLINE: Prabowo-Gibran Pidato Kemenangan Pilpres 2024 dari Hasil Quick Count, Respons Anies dan Ganjar?

Sekjen TPN Ganjar-Mahfud Hasto Kristiyanto menilai Prabowo-Gibran terlalu terburu-buru menyampaikan pidato kemenangan berdasarkan hasil Quick Count. “Yang melakukan pidato kemenangan, tidak memahami suatu tahapan-tahapan pemilu, karena menang-tidaknya ditentukan proses rekapitulasi KPU yang dari bawah, bukan dari hasil quick count.”

Sedangkan Ganjar Pranowo menyatakan, pihaknya tak ingin terburu-buru menyatakan sikap soal Quick Count Pilpres 2024. Ganjar menyebut akan menunggu hasil Real Count Pilpres 2024 dari KPU.

“Kita sudah sepakat kita akan menunggu keputusan KPU, sesuai dengan apa yang disampaikan KPU sambil teman-teman bekerja,” kata Ganjar di Gedung High End, Jakarta, Kamis (15/2/2024).

Ganjar memastikan pihaknya akan menghormati apapun hasil resmi dari KPU nanti. “Sekali lagi prinsip kita, kita akan menunggu keputusan dari KPU dan apapun yang diputuskan oleh KPU nanti kita akan ikuti kita menghormati proses kok.”

Dia juga menyebut terjadinya anomali atau keanehan terkait raihan suara Ganjar-Mahfud terutama di Jawa Tengah, dengan raihan Pileg dari PDIP. Dari hasil hitung cepat, PDIP berada di posisi teratas di angkat sekitar 17 persen. Sementara, Ganjar-Mahfud berada di urutan buncit atau ketiga dengan raihan sekitar 16 persen.

“Kan quick count itu, real count nya belum. Hasil dari quick count perolehan PDIP saya kira masih tinggi ya, kalau gak salah salah masih nomor satu ya. Agak anomali dengan suara saya,” kata Ganjar.

Anomali tersebut, kata Ganjar, sedang diselidiki tim khusus yang bertugas menyelidiki laporan-laporan dari berbagai kecurangan pra dan pasca pencoblosan. “Maka hari ini sedang diselidiki oleh kawan-kawan, mudah-mudahan  nanti ketemu apa faktornya, sepertinya split tiketnya agak terlalu lebar,” ia memungkasi.

Sementara itu, Anies Baswedan mengimbau kepada para pendukungnya untuk melanjutkan perjuangan. Dia meminta pendukung mengawal perhitungan suara pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Baca Juga  Ganjar Pranowo: PDIP Jadi Harapan Perjuangan Wong Cilik di Pemilu

Anies menilai perhitungan suara belum final. Menurutnya, proses perhitungan suara masih terus dikerjakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Dan kita semua, yang hari ini masih bertugas, terus jaga stamina, proses perhitungan belum selesai. Saat ini perhitungan partai, dan lain-lain masih terus dijalankan, teruskan fungsi ini,” kata Anies Baswedan di Rumah Pemenangan AMIN, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 ini menegaskan akan menghormati apa pun hasil akhir pilpres 2024. Namun, kata Anies, sesuai proses dan keputusan final dari KPU.

“Kami ingin tegaskan, saya adalah demokrat sejati. Kami akan menghormati hasil yang dimunculkan dari aspirasi rakyat, karena itu adalah kemauan rakyat, dan kita harus menghormati kemauan rakyat. Kita harus menghargai keputusan rakyat ini komitmen kita,” kata Anies.

Oleh sebab itu, Anies meminta semua pihak untuk menghormati segala proses yang tengah berjalan di KPU selaku penyelenggara pemilu. “Saya sampaikan, berikan kewenangan total kepada penyelenggara pemilu yaitu KPU untuk menuntaskan tugasnya.”

Sebab, kata Anies, tugas KPU bukan saja menyelenggarakan, tetapi menuntaskan perhitungan suara pemilu. “Tuntas proses perhitungan, kita semua akan hargai, hormati, taati, itu bagian dari prinsip kita demokrasi. Kami memliki komitmen itu,” ujar Anies.

Lebih lanjut, Anies meminta semua pihak untuk terus memantau dan mengikuti proses perhitungan suara yang masih bergulir di berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Tanah Air. “Saya ucapkan terima kasih tak terhingga kepada mereka yang hari ini berjuang luar biasa, dari pagi hingga malam hari ini di TPS-TPS seluruh Indonesia,” ucap Anies.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *