Fadli Zon: Perang di Gaza Bukan Saja Kejahatan Kemanusiaan, Tetapi Juga Lingkungan

Pada pertemuan COP28, Anggota Komisi I DPR itu juga melaporkan langkah strategis Indonesia mengurangi emisi dan memitigasi dampak perubahan iklim, dengan berbagai cara.

Fadli menuturkan, Indonesia berkomitmen menghasilkan energi baru dan terbarukan untuk mencapai ketahanan energi nasional. Menurutnya, energi terbarukan menyumbang 23% bauran energi nasional pada tahun 2025 dan 31% bauran energi nasional pada 2050.

Langkah lainnya adalah moratorium izin pembukaan lahan untuk melindungi 66 juta hektar hutan dan lahan gambut, rehabilitasi hutan bakau seluas 600.000 hektar yang diharapkan selesai pada akhir tahun 2024.

“Serta menurunkan tingkat deforestasi hingga titik terendah pada tahun 2020, yaitu sebesar 115 ribu hektar,” ungkapnya.

Fadli menambahkan, bahwa COP28 juga harus mencerminkan kebutuhan pendanaan iklim yang belum terpenuhi di negara-negara berkembang. Dengan menggarisbawahi bahwa upaya dekarbonisasi akan mencapai kemajuan signifikan dengan sarana implementasi yang memadai.

Dia menegaskan, negara-negara berkembang tak boleh dipaksa memilih antara pengentasan kemiskinan atau tindakan iklim. Oleh sebab itu, inklusifitas menjadi isu sangat penting yang harus diperhatikan.

Politisi Gerindra tersebut juga mengkritik negara-negara maju yang seharusnya segera merealisasikan komitmen pendanaan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global sebesar $100 miliar USD (yang dijanjikan tahun 2020) pada 2025.

“Seharusnya negara-negara maju dapat memimpin komitmen pengurangan emisi, terutama melalui dukungan pendanaan, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas,” pungkasnya.

Quoted From Many Source

Baca Juga  Cuaca Besok Jumat 9 Februari 2024: Sepanjang Hari Jakarta Cerah Berawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *