Cerita Megawati di Balik NU dan Muhammadiyah Raih Anugerah Zayed Award

Kemudian, Ketua Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional, Rabbi Abraham Cooper, mantan direktur jenderal UNESCO dan mantan menteri Bulgaria, Irina Bokova, dan Sekjen Zayed Award, Mohamed Abdelsalam.

“Jadi kalau dibilang saya terus menerus mengikuti (rapat). Karena tentu diperbolehkan kalau mau beristirahat. Tapi saya berpikir, begini, sebenarnya juri itu tadi disebut 5, empat itu dari barat. Dan satu dari Asia yaitu Saya, muslim, Asia, Wanita,” jelas Megawati.

Selama proses penjurian, Megawati bersama dewan juri lainnya memilih lebih dari ratusan kandidat dari berbagai dunia. Sampai akhirnya, ada dua organisasi NU dan Muhammadiyah yang masuk sebagai nominasi.

“Dari semua yang telah dikumpulkan begitu banyak. Lalu saya befikirnya bagaimana saya harus berbicara untuk memulai meyakinkan mereka berempat (Juri lainnya) ini,” tutur Megawati.

Dalam memaparkan hasil penjuriannya, Megawati mengungkap caranya berdiplomasi agar men-trigger awal perkenalannya. Dengan menegaskan posisinya sebagai seorang wanita Indonesia yang pernah memiliki sepak terjang perjuangan, dan politik.

“Ketika berbicara satu-satu, saya (perkenalkan diri adalah Ibu Megawati Soekarno Putri. Saya seorang perempuan, saya sengaja mentriger supaya perempuan yang lain terasa waw,” tuturnya.

“Jadi saya bilang, saya anggota DPR 3 kali, Wakil Presiden, Presiden Republik Indonesia. Jadi betul saya kebetulan kuliah di psikologi dan saya ingin membangun mestinya saya berada di atas,” tambah dia.

 

 

Quoted From Many Source

Baca Juga  Dewas KPK Beda Pendapat, Albertina Ho Nyatakan Johanis Tanak Terbukti Langgar Etik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *