6 Fakta Terkait Kasus Bocah Laki-Laki di Sukabumi, Jadi Korban Pelecehan hingga Tewas

Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH, dr Nurul Aida Fathia menyampaikan hasil ekshumasi pada jasad seorang anak laki-laki inisial MA (7) asal Kampung Cijarian Kaler Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi.

Sebelumnya, jasad MA ditemukan tak jauh dari kediamannya. Kasus bocah tewas itu masih menyisakan tanda tanya bagi sang ayah. Kecurigaan mengenai penyebab kematian MA inilah yang dilaporkan oleh ayah MA, hingga pihak kepolisian melakukan ekshumasi oleh tim forensik Biddokkes Polda Jabar pada Senin 25 Maret 2024 lalu.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium beberapa jaringan tubuh jasad korban yang diambil saat ekshumasi, dr Aida menyebut terdapat tanda kekerasan pada bagian leher dan lubang pelepasan (anus).

“Kami periksakan ke laboratorium hasil sampelnya tadi yang dicurigai ternyata memang ada tanda kekerasan di daerah leher dan juga di daerah lubang pelepas,” ujar dr Aida di RSUD R Syamsudin SH, Rabu 1 Mei 2024.

Aida menjelaskan, kondisi pengelupasan kulit tak terlihat jelas karena pembusukan, luka lecet pada bagian anus korban terbukti setelah pemeriksaan laboratorium. Adapun luka pada leher, pihaknya menilai akibat benda tumpul.

“Pada saat kami periksa di bagian otot dalam dari lehernya itu ada yang dicurigai jadi waktu itu saya ambil sampelnya di bagian ototnya ternyata memang itu benar perlukaan jadi kalau di luar enggak kelihatan,” ucap dia.

Luka pada leher itu, yang diduga jadi sebab kematian korban akibat saluran napas terhambat sehingga kekurangan oksigen yang dapat menimbulkan kematian. Tak ada luka lain yang ditemukan, baik pada organ dalam maupun area tubuh genital.

Lebih lanjut, pihak forensik sebelumnya mendapat laporan dari keluarga korban terkait luka pada kepala. Namun, hasil pemeriksaan tak ada tanda perlukaan pada bagian tersebut.

Baca Juga  VIDEO: Mata Siswa SD di Jombang Rusak Usai Kena Pukul Tongkat Sapu oleh Teman Sekelas

“Kalau yang ditemukan sama dokter patologi anatominya, itu adalah luka baru. Jadi yang dibilang intravitalitas luka atau luka yang terjadi pada saat dia masih hidup. Kalau misalnya yang tadi dikatakan lukanya itu adalah luka yang terus-terusan atau tidak, artinya kalau itu luka lama,” tandas Aida.

 

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *